Menyerah, Tak Membuat Keadaan Berubah

Menjadi seorang yang sempurna adalah dambaan bagi setiap orang, tapi kita tahu tak ada seorangpun yang sempurna. Menjadi yang terbaik, itulah yang dapat kita lakukan sebagai insan manusia. Setiap manusia pasti memiliki asa dan rasa, juga memiliki cita dan cinta. Kita semua pasti memiliki cita-cita yang setiap malam kita impikan, yang setiap saat kita dambakan agar dapat segera diwujudkan. Kita juga selalu berusaha merajut asa, agar kelak dapat merasakan kebahagiaan yang tiada tara. Tapi pernahkah kita merasa sudah melakukan yang terbaik, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan? Hasil ujian tidak sempurna padahal sudah meminta kelas tambahan sampai semalaman? Gagal menjadi juara pada sebuah kontes perlombaan? Atau masih merasa salah jurusan kuliah walaupun sudah sekian semester dilewati? Lantas apa yang kita rasakan? Kesal dan sesal pasti berkecamuk di dalam hati juga pikiran, kita pun menjadi kehilangan semangat untuk melanjutkan apa yang telah kita perjuangan. Kita seakan lupa bahwa perjuangan bukan hanya tentang hasil akhir, melainkan juga proses untuk mencapai sebuah keberhasilan.

Menjadi yang terbaik memang tidaklah mudah, begitu juga untuk menjadi orang yang #BeraniLebih ikhlas ketika mendapat kegagalan. Kecewa dan menyalahkan keadaan itulah yang sering kita lakukan ketika mendapat kegagalan. Bukannya merajut asa, kita malah jadi putus asa. Sering kita menerima kondisi yang ada sekarang bukan karena kita benar-benar ikhlas, melainkan karena kita tidak berani untuk kembali mencoba. Kita terlalu takut untuk kembali menerima kegagalan. Kita belum sanggup menerima hasil yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Hal ini menandakan bahwa kita belum #BeraniLebih ikhlas dalam menerima segala keadaan.

Perlu kita sadari bahwa ikhlas bukan hanya tentang membiarkan segala sesuatunya pergi, tetapi juga merelakan dan melepaskannya dengan setulus hati. Satu hal yang tak perlu kita ragukan, bahwa rencanaNya akan selalu lebih indah dari rencana apapun kita punya. Yang perlu kita lakukan hanyalah #BeraniLebih ikhlas. Jangan sekalipun kita menyesali kegagalan, tapi jadikanlah itu sebagai sebuah pembelajaran untuk menuju keberhasilan. Mungkin kita lelah, atau juga marah mendapati diri kita yang selalu kalah. Tapi ingat, jangan pernah menyerah, karena menyerah tak membuat keadaan berubah.

 ***

Akun Social Media:

Twitter: @refinans

Facebook: Refina Nuramalia Sani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s