Do You See What I’ve Done?

Do you see what i’ve done?
Aku menggebu, dulu. Menjadi bagian dari kalian adalah suatu yang sudah aku rencanakan. Semua berjalan sesuai rancangan ceritaku, menyenangkan. Sampai aku tiba di titik ini, titik yang membuatku jenuh dengan semua ini.

Do you see what i’ve done?
Kau memberi kami perintah tanpa bersikap seperti pemerintah. Tapi aku tetap tidak menyukainya. Aku tidak suka berada di bawah perintah. Hingga akhirnya justru aku yang berhasil menaklukan perintahmu itu. Ya, aku sukses menjalankan semuanya. Lagi-lagi, sesuai dengan skenario. Sayang itu tidak bertahan lama.

Do you see what i’ve done?
Lama aku berjuang bersama kalian. Lalu selamanya kalian tinggalkanku sendirian. Kau menyuruhku maju, kemudian kau mundur berarturan. Aku lelah, ingin rasanya menyerah. Tapi tetiba kau datang dengan penuh kemurkaan. Kau menyalahkanku atas semua kekeliruanku. Kau memarahiku atas semua jerih payahku. Kau mengkhianati pengorbananku.

Do you see what i’ve done?
Kini ku biarkan kalian berjalan sendiri. Bukan berlandaskan dendam, hanya ingin berbagi pengalaman. Kita sama-sama sendiri sekarang, tapi tetap saja kita tidak sama. Kalian meneruskan langkah, sementara aku memutar arah.

Do you see what i’ve done?
Jika aku bisa meramalkan masa depan, sungguh aku tidak akan memperjuangkan hal ini dari dulu. Biar aku menjadi rakyat biasa saja, yang biasa-biasa saja.

At last, for all i’ve done, all my mistakes, i’m blaming you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s